Skip to main content

Afterlife


Comments

Popular posts from this blog

Brightstone V1 Chapter 4

KODOK MAKAN ANGSA Wanita muda naik ke atas panggung, kakinya bergoyang seperti di tiup angin, berderap seirama detak jantung. Putih, mulus menggambarkan lengan aduhai serta tungkai kaki panjang yang menggoda. Lekukan menawan pada pinggang, bongkahan besar membentuk pantat, dua daging bergerak turun-naik bergantian ketika berjalan, menggoda siapapun untuk memegang melembutan, melekatkan dirinya ke dekapan. Dan paling parah adalah dadanya, gaun merah darah yang hanya menutup setengah bagian, mempertontonkan dua gunung, satu lembah. Tampak dua bola putih beradu ingin melompat keluar baju. Menghipnotis setiap pasang mata dari kaum Adam agar tetap memandang setiap inchi tubuhnya. "Tujuh dari sepuluh." Gumam Hiro pelan dari kursi. Sofia menatap anaknya kemudian bertanya, "Apa yang kau maksud dengan tujuh dari sepuluh?" "Hanya menilai wanita itu." jawab Hiro sekenanya. "Ai ... " Sofia hilang kata-kata. Seorang bocah tiga tahun menilai keca...

Brightstone V1 Chapter 13

SURAT DARI MASA LALU Di depan Hiro sekarang adalah ruangan yang hanya berisi sebuah layar besar dengan sofa empuk. Lengkap dengan keyboard dan mouse. Lantainya berbalut karpet halus dengan pintu minimalis. Layar itu menampilkan kata Brightstone dengan desain kaku. Ada pilihan menu, option, setting, dan status di sisi kanan layar . Jelas bahwa itu adalah perangkat komputer yang sering Hiro temui di dunia sebelumnya. Hiro penasaran lalu mengotak-atik perangkat komputer itu. "Ini adalah sebuah game?" Setelah Hiro mengotak-atik beberapa saat, dia terkejut dengan apa yang di tampilkan pada layar. Semua hal yang di tampilkan pada layar mirip dengan game simulasi pembangunan kota. Dimana pemain menaiki level dengan membuat perkebunan, peternakan, mendesain desa dan perlahan membuatnya menjadi sebuah kota. "Master." Penampilan seorang wanita yang muncul di samping Hiro tiba-tiba membuatnya hampir terjatuh. "Yui?" Hiro mengenali desain Artifi...